5 Tips Manajemen Keuangan untuk Bisnis Kecil

14 Agustus 2022
Mengelola keuangan

Memiliki usaha kecil tidak harus membuatmu enggan mengatur keuangan. Sesederhana apapun bisnismu, kunci kesuksesan tidak hanya didorong oleh banyaknya pelanggan, namun bagaimana kamu mengelola uang. 

Kamu bisa bertanggung jawab atas keluar masuknya uang pada bisnismu. Jika kamu memiliki kesulitan dalam hal ini, mungkin tips manajemen keuangan di bawah ini wajib kamu baca sampai akhir!

Mengapa Manajemen Keuangan Bisnis Penting?

Jika kamu sedang ingin membuka bisnis sederhana, kamu wajib mengetahui keterampilan dasar bisnis seperti melakukan tugas akuntansi sederhana, mengelola pinjaman dan menyusun laporan keuangan. 

Dengan ini sebagai pemilik bisnis, kamu dapat menciptakan keuangan yang stabil dan terhindar dari kegagalan di masa depan. Tahun pertama pembukaan pada setiap pemilik bisnis kecil adalah tolok ukur kesuksesan bisnis. Bisnis kecil pun kebanyakan gulung tikar karena perencanaan keuangan yang tidak benar.  

Tips Manajemen Keuangan Bagi Pemilik Usaha Kecil? 

Ketika bisnis kecil memiliki manajemen keuangan yang baik, mereka dapat memastikan bahwa bisnisnya berada dijalur yang benar serta menguntungkan. Jika kamu gagal mengelola uang kamu dengan bijak, maka hal itu dapat menyebabkan masalah.

Sebagai pemilik bisnis, manajemen keuangan memiliki kedudukan yang sangat penting, apalagi jika kamu baru mendirikan usaha. Jika kamu tidak tahu harus memulai dari mana, simak tips manajemen keuangan dibawah ini agar bisnis kecilmu sukses.

Jadi tanpa basa-basi lagi, mari kita mulai:

  1. Membayar Pinjaman Tepat Waktu

Bisnis kecil pasti memiliki tagihan seperti hutang, pinjaman bisnis, pelunasan kartu kredit dan lain sebagainya. Jika kamu terlambat membayar, kamu akhirnya terkena bunga tambahan. Bahkan beresiko limit kredit dibatasi dan pemberi pinjaman atau vendor akhirnya enggan bekerja sama dengan bisnismu lagi. 

Untuk menghindari kejadian buruk itu menimpa bisnismu, baiknya kamu terus perhatikan tenggat waktu yang mereka berikan. Apabila kamu orang yang terorganisir, kamu bisa mencatat tanggal jatuh temponya pada papan atau kalender sehingga kamu bisa mengingat kapan harus membayar.

  1. Pantau Pengeluaran Secara Berkala

Apakah kamu tahu berapa banyak pengeluaran bisnismu per hari, minggu atau bulan? Kalau belum, itu artinya kamu masih tidak memantau pengeluaran secara berkala. Jika kamu tidak melakukan itu, bisa saja tagihan yang tertumpuk dan kembali lagi ke masalah nomor 1. Akibatnya pengeluaran bisnis yang berlebihan dan bisa juga penyalahgunaan dana.

Beberapa pengeluaran kecil seperti makan siang staff, perlengkapan seperti galon, dan persediaan tinta printer jika tidak dipantau dan tercatat dengan benar akan menyebabkan bisnismu semakin lama semakin berjalan tidak teratur.

Selalu lacak pengeluaran bisnismu secara berkala dengan mengelola buku akuntansimu dengan benar. Kamu juga bisa menggunakan bantuan software accounting untuk mencatat transaksi apabila kamu tidak memiliki skill di bidang ini. 

  1. Jangan Lupa Tentang Piutang

Tips manajemen keuangan ini bisa kamu terapkan jika bisnismu menyediakan jasa pinjaman atau semacamnya. Karena ketika kamu menawarkan kredit kepada pelanggan, kamu pasti akan memberikan tenggat waktu. 

Namun, banyak sekali kasus piutang yang susah dibayar. Maka dari itu, kamu harus pandai dalam mengelola uang yang menjadi piutang dan mengejar pembayaran sesuai jatuh tempo yang kamu berikan.

Untuk membantu bisnismu mengejar piutang adalah mencatatnya dalam pembukuan. Kamu bisa membuat pembukuan sederhana yang berisi ringkasan piutang untuk melacak totalnya. Ringkasan piutang inilah yang nantinya memudahkanmu melihat pelanggan mana yang telah melewati jatuh tempo dan total piutang.

  1. Kelola Inventaris dengan Benar

Inventaris bisnis kebanyakan mengumpulkan debu di ruang penyimpanan. Dengan ini kamu harus pandai mengelola inventaris sehingga nantinya dapat membantu mengelola uang dalam bisnis kecil.

Lacak berapa banyak inventaris yang kamu miliki untuk menghindari melintasi garis tipis antara memiliki terlalu banyak inventaris dan tidak sama sekali. Catat pembelian dan penjualan inventaris di buku keuangan dan luangkan waktu untuk memantau berapa banyak yang kamu miliki sebelum memesan lagi.

  1. Jangan Mencampur Uang Pribadi dan Bisnis

Menggunakan dana pribadi pada bisnis akan membuat catatan keuangan yang berantakan. Plus, laporan keuanganmu nanti akan susah untuk melacak profitabilitas usaha. Hal ini menyebabkan pengeluaran yang berlebihan dan bisnis yang tidak berkembang.

Jika kamu sudah terlanjur menggabungkan uang pribadimu dalam bisnis, pelacakan dana bisnis yang ditarik dan disetor pun jadi sulit. Akibatnya kamu juga kesulitan memantau uang masuk dan keluar.

Sudah Siap Mengelola Keuanganmu Sendiri?

Tips manajemen keuangan ini adalah hal yang tidak boleh kamu lewatkan sebelum memulai bisnis kecil. Selalu ada sesuatu yang akan terjadi yang berhubungan dengan keuangan. Ada baiknya jika kamu kesusahan mengatur keuangan sendiri, pekerjakanlah orang yang mahir dalam bidang ini. 

Dhamar Januaji

Dhamar Januaji

Jika artikel ini bermanfaat, kamu bisa bagikan melalui:
Jika artikel ini bermanfaat, kamu bisa bagikan melalui: