PSBB Jakarta Diperketat Kembali. Yuk, Bikin Layanan Antar ke Rumah Agar Toko Kelontong Tetap Aktif

PSBB Jakarta Diperketat Kembali. Yuk, Bikin Layanan Antar ke Rumah Agar Toko Kelontong Tetap Aktif

Wah, PSBB Jakarta diperketat lagi seperti di awal pandemi di bulan Maret lalu! Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengumumkan bahwa mulai Senin, 14 September 2020, status PSBB di Jakarta kembali diperketat. Karyawan dan pelajar akan kembali beraktivitas di rumah, kegiatan beribadah juga dilakukan di rumah, rumah makan boleh tetap berjualan namun tidak diperkenankan bersantap di lokasi alias hanya boleh pesan untuk dibawa pulang.

Lalu bagaimana dengan usaha toko kelontong? Dalam pernyataannya, Pak Anies bilang bahwa usaha-usaha yang menyediakan pemenuhan kebutuhan sehari-hari boleh tetap buka, namun pasti protokol keamanannya juga diperketat. Duh, rasanya jadi khawatir ya, nanti jadi sepi lagi seperti masa awal pandemi karena orang-orang beraktivitas dari rumah dan minim sekali ke luar rumah untuk membeli kebutuhan mereka.

Kalau begitu, ada baiknya kita segera putar otak, cari solusi agar aktivitas toko kelontong kita masih tetap dapat berjalan. 

Bagaimana kalau kita membuat layanan jasa antar ke rumah? Dengan begini, protokol keamanan dapat tetap dijaga sekaligus memberikan solusi untuk orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan sesuatu untuk kehidupan sehari-harinya.

Bagi yang belum pernah menawarkan jasa layanan antar ke rumah kepada pelanggannya, mungkin cara baru ini bisa dicoba. Nah, begini yang langkah-langkahnya:

  1. Tentukan jarak atau radius layanan

Tentukan sejauh mana jarak pengantaran yang sanggup kita jalani. Misal, hanya di komplek perumahan di mana toko kita berada. Bisa juga radius yang lebih luas lagi, contohnya maksimal 3 kilometer dari lokasi toko kita. Menentukan jarak akan berpengaruh terhadap langkah-langkah persiapan selanjutnya.

  1. Siapkan kurir 

Siapkan tim atau orang-orang yang dapat kita pekerjakan sebagai kurir layanan antar ke rumah. Kita bisa membuka kesempatan ini untuk orang-orang yang ada di sekitar kita juga, lho. Itung-itung membuka lapangan kerja kecil-kecilan. Satu hal yang penting, carilah orang yang bisa dipercaya dan displin waktunya baik.

  1. Tentukan produk yang dapat diantar 

Buat daftar produk yang akan ditawarkan kepada pelanggan beserta harganya dan tentukan apabila ada barang-barang tertentu yang tidak masuk ke dalam jasa layanan antar. Mungkin bisa kita tentukan dari besar atau berat barang, contoh tabung gas besar dan air galon. Tentunya, semakin lengkap barang yang kita tawarkan, akan semakin memberikan kemudahan kepada pelanggan.

  1. Tentukan cara pemesanan barang

Dengan diberlakukannya PSBB, artinya pelanggan akan lebih memilih untuk tidak keluar rumah dan berbelanja dari rumah saja. Kita bisa tawarkan kepada mereka untuk memesan barang yang ada di toko kelontong kita melalui telepon atau aplikasi WhatsApp. Lakukan pencatatan pesanan secara rapi dengan membuat format pesanan yang dapat mereka isi, yaitu nama, alamat, nomor telepon, dan daftar barang pesanan. 

  1. Tentukan biaya jasa antar

Inilah mengapa penting sekali kita menentukan radius layanan antar, karena kita harus menentukan biaya jasa antarnya. Secara umum, semakin jauh jaraknya dari toko kelontong kita, pasti biayanya semakin besar. Salah satu cara adalah dengan menentukan jarak rata-rata, misal radius terjauh layanan kita adalah 5 kilometer, kita bisa coba buat beberapa skema radius sebagai berikut: maksimal 3 kilometer dan maksimal 5 kilometer. Masing-masing radius akan memiliki harga jasa yang berbeda.    

  1. Tentukan transaksi pembayaran digital

Permudah transaksi dengan pembayaran secara digital. Hal ini penting karena pemesanan dilakukan melalui telepon atau aplikasi WhatsApp, sehingga pembayaran juga tidak akan dilakukan secara langsung di kasir toko. Salah satu cara aman transaksi pembayaran adalah dengan menggunakan aplikasi OttoPay. 

Teman-teman bisa menggunakan dua cara pembayaran digital dari OttoPay, yaitu dengan QRIS dan mesin EDC.  Mekanisme pembayaran dengan QRIS adalah dengan menggunakan scan barcode melalui aplikasi uang elektronik yang sudah terdaftar pada QRIS, seperti  OttoCash, JakOne Mobile, I-saku, GoPay, OVO, dan ShopeePay. Lalu apabila menggunakan mekanisme pembayaran dengan mesin EDC, pelanggan dapat membayar memakai kartu fisik debit dan kredit (MasterCard, Visa, dan JCB). 

Untuk dapat menggunakan transaksi pembayaran dengan OttoPay ini, teman-teman dapat terlebih dahulu mendaftarkan toko kelontongnya sebagai Mitra OttoPay. Prosedur pendaftaran sebagai Mitra OttoPay dapat dipelajari di sini, ya. 

Nah, pada saat barang diantar ke lokasi pengantaran, pembayaran dapat dilakukan. Tawarkan apakah pelanggan ingin melakukan scan barcode atau dengan mesin EDC.

  1. Buat materi promosi

Saat semua sudah siap, pastikan informasi mengenai layanan antar ke rumah diketahui orang-orang pada radius jarak antar yang sudah kita tetapkan. Buatlah beberapa materi promosi seperti spanduk dan flyers. Spanduk dapat dipasang di depan toko kelontong kita dengan harapan orang-orang yang melaluinya akan melihat dan tertarik memanfaatkan jasa ini. Flyers dapat disebarkan ke rumah-rumah di dalam jangkauan jasa kita. Buatlah flyers dengan ukuran A4 yang berisi daftar produk beserta harga dan informasi layanan antar ke rumah. Jangan lupa tulis nomor telepon atau nomor WhatsApp yang dapat pelanggan hubungi. 

Nah, itu tadi tips untuk membuat jasa layanan antar ke rumah. Semoga ini bisa menjadi sebuah cara agar toko kelontong dapat bertahan pada masa PSBB. Tetap semangat ya, teman-teman, dan ingat untuk selalu melakukan protokol Covid-19, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan selama 20 detik.

One Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.