Kisah Sukses UMKM Beradaptasi dan Berbagi Berkah di Tengah Pandemi

Kisah Sukses UMKM Beradaptasi dan Berbagi Berkah di Tengah Pandemi

Sinarharapan.id– Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sedang berlangsung berdampak besar terhadap keberlangsungan sektor UMKM. Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) mengungkapkan, selama pandemi 30 juta UMKM gulung tikar sehingga kontribusi UMKM terhadap product domestic bruto (PDB) menurun drastis di angka 37,3%. Melihat angka tersebut ditambah kebijakan PPKM di kawasan Jawa-Bali, para pegiat UMKM mau tidak mau harus beradaptasi dengan keadaan agar sektor UMKM di Indonesia tetap bergerak, salah satunya melalui optimalisasi platform digital yang menyediakan beragam layanan untuk mempermudah transaksi dan memperluas jangkauan usaha.

Hal inilah yang dialami oleh Pak Anom asal Denpasar, Bali, yang menjalankan Toko UD Sari, toko kelontong milik keluarga sejak 15 tahun silam. Toko UD Sari yang telah memenuhi kebutuhan pelanggan sejak lebih dari 30 tahun ini tidak hanya menjual keperluan sehari-hari, tetapi juga sembako dan barang-barang grosiran sehingga dalam sehari dapat melayani banyak pelanggan dan bermitra dengan warung-warung sekitar.

Namun sejak pandemi, Toko UD Sari juga menghadapi tantangan tak terduga, di mana pendapatan toko dan jumlah pengunjung berkurang drastis, serta banyak pedagang-pedagang kecil langganan yang gulung tikar, yang membuat Pak Anom harus memutar otak demi mempertahankan Toko UD Sari untuk jangka panjang.

Mengikuti aturan protokol kesehatan, Pak Anom, keluarga dan karyawan yang bekerja di Toko UD Sari tidak hanya membatasi jumlah pengunjung, menyediakan hand sanitizer, dan marka di kasir untuk menjaga jarak, tetapi juga mengedukasi pelanggan agar terbiasa bertransaksi secara digital.

Sejak memilih menggunakan OttoPay sebagai aplikasi digital untuk pembayaran, Pak Anom rutin memberikan edukasi tentang tata cara pembayaran digital kepada karyawan kasir agar mereka semakin terbiasa. Kepada konsumen, Pak Anom melakukan pendekatan dengan mengobrol santai dan menawarkan voucher pulsa ponsel, voucher paket data internet, dan voucher games sebagai tambahan pemasukan. Tak ketinggalan, Pak Anom memperluas layanan toko dengan menerima pembayaran tagihan bulanan listrik, air, dan BPJS.

Pak Anom juga mendapatkan kemudahan memesan kebutuhan barang secara online langsung dari aplikasi agar operasional toko semakin efisien, sehingga pak Anom hanya tinggal menunggu produk-produk pesanan diantar.

“Sebagai usaha keluarga yang sudah turun-menurun, saya berharap Toko UD Sari mampu menjaga hubungan baik dengan pelanggan dan toko-toko rekanan sebagai tujuan jangka panjang. Apalagi prinsip saya dalam menjalankan toko berlandaskan keramahtamahan, harga bersahabat, kekeluargaan, serta saling membantu. Dari situlah saya siap untuk beradaptasi dengan perubahan, terutama dalam digitalisasi UMKM supaya Toko UD Sari dapat menjadi berkah, tidak hanya bagi keluarga saya, tetapi juga banyak orang di sekitarnya. Saya percaya, dengan adanya edukasi digitalisasi UMKM yang menyeluruh dan kesiapan kita untuk beradaptasi, UMKM di Indonesia bisa terus bertahan,” ujar Pak Anom.

Sementara itu, di Yogyakarta, Pak Teguh baru mulai menjalankan warungnya selama dua bulan sebelum pandemi berlangsung. Berawal dari kenangan almarhumah ibunda yang dulu pernah menggelar lapak di pasar dan berbekal ruangan yang cukup luas di garasi rumahnya, Pak Teguh mendirikan warung sederhana agar memudahkan warga sekitar untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Konsumen di lingkungan sekitar Warung Pak Teguh kebanyakan terdiri dari pensiunan yang sudah lansia dan anak-anak, yang pada masa pandemi kebanyakan dari mereka takut pergi terlalu jauh dari rumahnya, sehingga kehadiran Warung Pak Teguh menjadi solusi karena familiar dengan pemiliknya dan jaraknya lebih terjangkau.

Menyesuaikan dengan masa pandemi, Warung Pak Teguh yang menyediakan aneka jajanan, sembako, dan pembayaran tagihan ini tidak hanya dapat melayani pelanggan secara langsung, tetapi para pelanggan pensiunan juga dapat menitipkan daftar belanja yang kemudian dapat diambil di warung oleh utusan atau keluarga yang cukup sehat untuk keluar rumah.

Agar lebih praktis, Pak Teguh juga mempersiapkan alternatif pembayaran non tunai sehingga pelanggan dapat bertransaksi dari rumah atau memindai kode QRIS, bahkan sebelumnya Pak Teguh sering menerima telepon untuk pembayaran pulsa. Berangkat dari permintaan-permintaan tersebut, beliau memperluas jangkauan layanan di warung dengan mengoptimalkan pembayaran aneka tagihan secara digital dari pelanggan.

Penggunaan OttoPay untuk menerima pembayaran tagihan secara digital membuat pelanggan-pelangan Warung Pak Teguh semakin mudah untuk melakukan pembayaran berbagai tagihan, mulai dari tagihan listrik, internet, pulsa, dan yang paling banyak voucher games online seperti Free Fire yang digandrungi oleh anak-anak sekolah di sekitar warung.

Alhasil, hanya dari pembayaran tagihan secara digital saja Warung Pak Teguh mampu mendulang keuntungan dalam jumlah besar. Akan tetapi, kesuksesan tersebut tidak membuat Pak Teguh lupa untuk berbagi dengan sesama, salah satunya dengan menerima pesanan paket sembako untuk hajatan dari masjid atau instansi, sehingga Warung Pak Teguh menuai lebih banyak keberkahan bagi masyarakat sekitar selama masa pandemi.

Kisah Pak Anom dan Pak Teguh menjadi bukti bahwa dengan tetap berjuang dalam masa pandemi, keduanya semakin berprestasi dalam menjalankan usaha masing-masing. Upaya mereka dalam beradaptasi, mengutamakan kedekatan dengan pelanggan, dan memanfaatkan layanan pembayaran tagihan secara digital, mendapatkan modal usaha berupa saldo deposit melalui Bercahaya, program apresiasi yang merupakan wujud dukungan dari OttoPay kepada mitra UMKM. OttoPay, aplikasi dagang milik PT Reksa Transaksi Sukses Makmur, lebih dari sekadar platform yang memudahkan pembayaran digital, tetapi juga memiliki fitur transaksi tagihan PPOB yang dapat menambah penghasilan dan meliputi: pulsa, internet, tagihan air dan listrik, top up saldo ojek online, voucher game online, sampai cicilan motor.

Sebagai mitra yang mendampingi tumbuh kembang UMKM, OttoPay tidak hanya fokus kepada kuantitas transaksi mitra, tetapi juga berupaya memberikan pendampingan terbaik bagi setiap mitranya melalui tenaga sales yang bertugas di masing-masing daerah. Dengan mengandalkan kesigapan dalam menanggapi keluhan teknis maupun non teknis dari mitra, kecakapan dalam memberikan informasi terkait OttoPay dan keramahan saat melayani membuat mitra-mitra OttoPay seperti Pak Anom dan Pak Teguh merasa nyaman untuk menggunakan OttoPay.

Lebih jauh lagi, OttoPay menghadirkan slogan “Tambah Berkah Tambah Untung” pada setiap implementasi kegiatannya, salah satunya melalui Bercahaya yang diperuntukkan bagi mitra aktif dan loyal menggunakan OttoPay dan bertujuan menghadirkan momen berkesan bagi mereka, serta memaknai keberkahan hingga terus membawa dampak yang baik.

Sumber : Sinarharapan.id

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.